PENGANTAR FILSAFAT
Kata
filsafat berasal dari bahasa Yunani : Philosophia, yang terdiri atas dua
kata:philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos
(hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis,
inteligensia).
Jadi secara
etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of
wisdom).
Orang yang
berfilsafat disebut filosof yang dalam bahasa Arab disebut failasuf.
Ada beberapa pengertian pokok tentang filsafat menurut kalangan filosof yaitu :
1. Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas.
2. Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan.
3. Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu Anda melihat apa yang Anda katakan dan untuk mengatakan apa yang Anda lihat.
Ada beberapa pengertian pokok tentang filsafat menurut kalangan filosof yaitu :
1. Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas.
2. Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan.
3. Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu Anda melihat apa yang Anda katakan dan untuk mengatakan apa yang Anda lihat.
PENGERTIAN
FILSAFAT MENURUT PARA AHLI
- Harold H. Titus (1979 )
Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan
terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis.
Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan
sikap yang dijunjung tinggi
Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh
suatu pandangan keseluruhan
Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan
penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep )
Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat
perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.
- Plato
Menyatakan filsafat sebagai ilmu pengetahuan
yang berminat mencapai kebenaran yang murni (asli)
- Aristetoles
Mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan
yang meliputi kebenaran, seperti ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika etika,
ekonomi, politik, dan estetika.
- Descartes
Mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan segala
ilmu pengetahuan termasuk didalamnya Tuhan, alam, dan man
- Al-Farabi (wafat 950 M)
Filsuf muslim terbesar sebelum Ibnu Sina,
mengatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan
menyelidiki halikat yang sebenarnya
- Immanuel Kant
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi
pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya mencakup empat
persoalan, yaitu apa yang dapat diketahui (metafisika), apa yang seharusnya
diketahui ( etika), sampai dimana harapan kita (agama), dan apa yang dinamakan
dengan manusia (antropologi).
- Hasbullah Bakri
Merumuskan filsafat adalah ilmu yang menyelidiki
segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam, semesta alam, dan
manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hekekat ilmu
filsafat dapat dicapai oleh akal manusia dan bagaimana seharusnya sikap manusia
setelah mencapai pengetahuan itu.
- Kattsof
Filsafat adalah hasil pemikiran manusia alam
bentuk analisa dan abstraksi dengan kritis, rasional, komprehensif ,
mendalam/mendasar dan menyuluh yang di sampaikan dalaam bentuk yang sistematis
- Cicero ( (106 – 43 SM ) :
Filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “(
the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae
(seni kehidupan )
- Johann Gotlich Fickte (1762-1814 )
Filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari
ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan
sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan
seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
- Paul Nartorp (1854 – 1924 )
Filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar
hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir
yang sama, yang memikul sekaliannya .
- Notonegoro
Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan
objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang
disebut hakekat.
- Driyakarya
Filsafat sebagai perenungan yang
sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang
kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.
- Robert Ackerman
Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu
tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan
terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian
itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari
praktek ilmiah secara aktual.
- May Brodbeck
Filsafat ilmu adalah analisis yang netral secara
etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan – landasan ilmu.
- Lewis White Beck
Memberi pengertian bahwa filsafat ilmu membahas
dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan
pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
- Jujun Suriasumantri
Memandang filsafat ilmu sebagai bagian dari
epistemologi (filsafat pengetahuan) yang ingin menjawab tiga kelompok
pertanyaan mengenai hakikat ilmu sebagai berikut. Kelompok pertanyaan pertama
antara lain sebagai berikut ini. Objek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana wujud
hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya
tangap manusia ? Kelompok pertanyaan kedua : Bagaimana proses yang memungkinkan
diperolehnya pengetahuan yang berupa ilmu ? Bagaimana prosedurnya ? Hal-hal apa
yang harus diperhatikan Filsafat Imu agar kita mendapatkan pengetahuan yang
benar ? Apa yang dimaksud dengan kebenaran ? Dan seterusnya. Dan terakhir,
kelompok pertanyaan ketiga : Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu ?
Bagaimana kaitan antara cara menggunakan ilmu dengan kaidah-kaidah moral ?
Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Dan
seterusnya.
- A. Cornelius Benjamin (dalam The Liang Gie, 19 : 58)
Memandang filsafat ilmu sebagai berikut. ”That
philosophic discipline which isthe systematic study of the nature of science,
especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in
the general scheme of intellectual disciplines.” Filsafat ilmu, menurut
Benjamin, merupakan cabang dari filsafat yang secara sistematis menelaah sifat
dasar ilmu, khususnya mengenai metode, konsep-konsep, dan pra anggapan-pra
anggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang pengetahuan
intelektual. Jadi, filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat yang
merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya,
konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka
umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.
- Langeveld, dalam bukunya “pengantar pada pemikiran filsafat” (1959)
Menyatakan, bahwa filsafat adalah suatu
perbincangan mengenai segala hal, sarwa sekalian alam secara sistematis
sampai ke akar-akarnya. Apabila dirumuskan kembali, filsafat adalah suatu
wacana, atau perbincangan mengenai segala hal secara sistematis sampai
konsekwensi terakhir dengan tujuan menemukan hakekatnya.
- Merriam-Webster (dalam Soeparmo, 1984),
Secara harafiah filsafat berarti cinta
kebijaksanaan. Maksud sebenarnya adalah pengetahuan tentang
kenyataan-kenyataan yang paling umum dan kaidah-kaidah realitas serta hakekat
manusia dalam segala aspek perilakunya seperti: logika, etika, estetika dan
teori pengetahuan.
Selanjutnya Syahir Mahmud memberikan definisi filsafat atau falsafat (bahasa Arab) sebagai cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom). Juga diberikan pengertian falsafat yang beragam seperti : upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik dan lengkap tentang seluruh realitas, menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan : sumbernya, keabsahannya dan nilainya.
Selanjutnya Syahir Mahmud memberikan definisi filsafat atau falsafat (bahasa Arab) sebagai cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom). Juga diberikan pengertian falsafat yang beragam seperti : upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik dan lengkap tentang seluruh realitas, menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan : sumbernya, keabsahannya dan nilainya.
Masih ada
beberapa pengertian lain yang dikutip oleh Syahir Mahmud diantaranya
menurut Al-Farabi (W 950M) bahwa falsafat adalah ilmu tentang yang maujud dan
bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.
Diberikan jugapengertian kata hikmah (sophos) yang merupakan salah satu makna dari falsafat yaitu mencintai hikmah.
Diberikan jugapengertian kata hikmah (sophos) yang merupakan salah satu makna dari falsafat yaitu mencintai hikmah.
Fuad
Iframi, Ibnu Mundzir, Al-Jurjani dan Ibn Sina memberikan pengertian hikmah yang
secara tekstual berbeda namun secara kontekstual tetap sejalan. Salah satu
diantaranya yang didefinisikan oleh Ibn Sina. Menurutnya hikmah adalah mencari
kesempurnaan diri manusia dengan menggambarkan segala urusan dan mebenarkan
segala hakikat baik yang bersifat toeri maupun praktik menurut kadar kemampuan
seseorang.
(Materi Kuliah : Prof. Drs.H. Isjoni, M.Si, Ph.D)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar